Layanan Mobile WiMax Korea Selatan Yang Mengesankan

Setahun berlalu layanan masih mengesankan.

June 25, 2007 (IDG News Service) — SEOUL – Telah satu tahun setelah layanan mobile WiMax diluncurkan di Seoul yang merupakan salah satu kota di dunia dengan jaringan kabel(wired) terluas menjadi salah satu yang terbanyak dalam jaringan nirkabel.

Layanan diberikan adalah WiBro, sebuah sistem Korea selatan yang menjadi bagian standard Mobile WiMax 802.16e. Mobile WiMax meliputi tiga pita frekuensi dan beberapa bandwith signal, sedangkan WiBro menutupi bagian tersebut dan dibatasi pada 2,3 GHz dan bandwith 8,75 per channel.

Menandai peluncuran layanan WiBro tahun lalu.Korea Telecom(KT corp), the former state-run telecommunications carrier mengajak jurnalis untuk mengadakan perjalanan ke Seoul untuk mencoba layanan WiMax di sebuah bus yang dilengkapi dengan WiMax. Para reporter terkesan, mampu menonton video internet streaming sambil surfing Web dan videoconferencing sementara melaju di jalanan.

Tetapi bagaimana kenyataan satu tahun kemudian. Minggu yang lalu saya kembali ke Seoul dan mencoba layanan tersebut kembali, pada saat ini berada di lingkungan luar yang terkontrol dari jalur promosi. Seoul adalah kota-kota pertama di dunia yang mempunyai layanan mobile WiMax.

Saya mengakses layanan tersebut di dalam subway, dalam bus, dan ketika duduk di kedai kopi, dan hasilnya adalah sangat mengesankan seperti tahun lalu pada saat demonstrasi.

Ini sungguh benar ketika di dalam subway. Perjalanan line ke 2 dari Samseong Station ke City Hall, perjalanan tersebut melewati bagian terowongan bawah tanah dan jalur atas. Itu menghubungkan Teheran Valley , daerah yang high tech di selatan, melewati Han River dan berakhir di jantung bisnis Seoul dan media district.

Melewati 30 menit perjalanan, saya tidak kehilangan sinyal sekalipun, meskipun kecepatannya kadang-kadang berubah-ubah. Itu sering berkurang ketika kereta bergerak dari sebuah stasiun dan meningkat ketika tiba di perhentian berikutnya.

Web dan e-mail diakses dengan baik sehingga saya memutuskan untuk mencoba sesuatu yang lebih dan mengakses clip baru streaming video dari portal Yahoo Japan. Clip tersebut pada 300Kbit/detik dan dimainkan tanpa masalah sedikitpun, bahkan ketika kereta melaju.

Sama terkejutnya adalah penyelidikan kecil saya tidak menggambarkan perhatian dari penumpang di samping saya. Di negara yang sebagian besar telepon seluler mempunyai penerima televisi, menonton video streaming di dalam kereta kelihatannya tidak mengesankan bagi setiap orang.

 

Saya juga mengakses sebuah situs FTP di US dari kereta dan mulai download sebuah file video dengan ukuran 40MB. Software mengindikasikan kecepatan download hingga 660Kbit/detik di dalam station dan sekitar 320Kbit/detik ketika kereta melaju.

Akses dari sebuah bus memberikan hasil yang sama, dan juga ketika surfing dari sebuah kedai kopi, saya menikmati koneksi yang mencapai kecepatan tertinggi yang sama dan cenderung stabil.

Secara teknikal, layanan WiBro nampaknya sebuah kesuksesan, sedikitnya kelihatan dari hasil percobaan kecil saya, jadi sangat mengagetkan bahwa itu telah menarik lebih sedikit dari 10.000 pengguna di tahun pertama layanan.

Biaya layanan adalah fee yang rata yaitu $17.60 per bulan untuk penggunaan tanpa batas selama periode percobaan, dan KT bahkan meluncurkan sebuah WiBro adapter yang dipasang(plug) ke dalam laptop melalui Universal Bus Port.

Sampai sekarang, terbatasnya jumlah WiBro adapter yang tersedia , kata Yeom Woojong, juru bicara dari KT di Seoul. Tapi sekarang lebih banyak negara-negara yang menawarkan mereka alat tersebut, dan KT berharap hal tersebut dapat menarik lebih banyak pelanggan di tahun ini, beliau berkata.

Pada awal tahun ini, perusahaan menargetkan untuk mempunyai 200.000 pengguna WiBro hingga akhir tahun 2007, dan itu mendukung angka tersebut, kata Yeom.

Reprinted with permission from

Story copyright 2006 International Data Group. All rights reserved.

Leave a Reply